Suatuzat yang diukur dengan kalorimeter menunjukkan 500 gram air di sekitarnya mengalami kenaikan suhu sebesar 20 0 C. Jika kalor jenis air 1 kal/g 0 C, tentukan kalor reaksi zat tersebut! (1 kal = 4.186 joule)
Daftar Isi 11. Judul Percobaan 2. Tujuan Percobaan3. Dasar Teori1. Kalori meter2. Bagian-Bagian Kalorimeter3. Asas Black3. Kalor Jenis4. Termometer4. Alat dan Bahan5. Metode Praktikum6. Hasil Pengematan7. Analisis Data dan PembahasanA. Analisis DataB. Pembahasan8. Kesimpulan 1. Judul Percobaan Menemukan Kalor Jenis Logam dengan Kalorimeter 2. Tujuan Percobaan Menganalisis keberlakuan asas black pada proses pertukaran kalormenentukan kalor jenis logam kuningan dengan alat 3. Dasar Teori 1. Kalori meter Kalori meter adalah alat untuk mengukur kalor jenis suatu zat. Salah satu bentuk kalori meter adalah kalori meter campuran. Kalori meter ini terdiri dari sebuah bejana logam yang kalor jenisnya diketahui. Bejana ini biasanya ditempatkan didalam bejana lain yang agak lebih bejana dipisahkan oleh bahan penyekat misalkan gabus atau wol. Kegunaan bejana luar adalah sebagai isolator agar perukaran kalor dengan sekitar kalori meter dapat dikurangi. Kalori meter juga dilengkapi dengan batang pengaduk. Pada waktu zat dicampurkan didalam kalori meter, air dalam kalori meter perlu diaduk agar diperoleh suhu merata sebagai akibat percampuran dua zat yang suhunya berbeda. Asas penggunaan kalori meter adalah asas black. Setiap dua benda atau lebih dengan suhu berbeda dicampurkan maka benda yang bersuhu lebih tinggi akan melepaskan kalornya, sedangkan benda yang bersuhu lebih rendah akan menyerap kalor hingga mencapai keseim- bangan yaitu suhunya sama. Pelepasan dan penyerapan kalor ini besarnya harus imbang. Kalor yang dilepaskan sama dengan kalor yang diserap sehingga berlaku hukum kekekalan energi. Pada sistem tertutup, kekekalan energi panas kalor ini dapat dituliskan sebagai berikut. Qlepas = Qterima Dimana Q = m . c . t dengan Q = banyaknya kalor yang diperlukan Jm = massa suatu zat yang d iberi kalor kgc = kalor jenis zat J/kgoCt = kenaikan/perubahan suhu zat oCC = kapasitas kalor suatu zat J/oC Kalor merupakansuatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun dilepaskan suatu benda. Jumlah energi kalor yang diterima dalam suatu sistem sama dengan energi kalor yang diserap atau biasa kita sebut dengan Q lepas sama dengan Q terima. Dalam suatu zat pasti mempunyai kalor jenis yang berbeda. 2. Bagian-Bagian Kalorimeter Pertukaran energi kalor merupakan dasar teknik yang dikenal dengan namakalorimetri, yang merupakan pengukuran kuantitatif dari pertukaran kalor. Untuk melakukan pengukuran kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu zat digunakan kalorimeter. Gambar menunjukkan skema kalorimeter air sederhana. Salah satu kegunaan yang penting dari kalorimeter adalah dalam penentuan kalor jenis suatu zat. Pada teknik yang dikenal sebagai “metode campuran”, satu sampel zat dipanaskan sampai temperatur tinggi yang diukur dengan akurat, dan dengan cepat ditempatkan pada air dingin kalorimeter. Kalor yang hilang pada sampel tersebut akan diterima oleh air dan kalorimeter. Dengan mengukur suhu akhir campuran tersebut, maka dapat dihitung kalor jenis zat tersebut. Zat yang ditentukan kalor jenisnya dipanasi sampai suhu tertentu. Dengan cepat zat itu dimasukkan kedalam kalori meter yang berisi air dengan suhu dan massanya sudah diketahui. Kalori meter diaduk sampai suhunya tidak berubah lagi. Dengan menggunakan hukum kekekalan energy, kalor jenis yang dimasukkan dapat dihitung. 3. Asas Black Azas Black berdasarkan teori pertukaran kalor. Azas black juga merupakan suatu prinsip dalam termodinamika yang ditemukan oleh Joseph Black. Teori pertukaran kalor menyebutkan jika dua zat yang suhunya berbeda dicampur, maka akan terjadi pertukaran kalor. Zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor sehingga suhunya akan turun, sedangkan zat yang bersuhu renda akan menerima kalor sehingga suhunya naik. Hal ini menyebabkan campuran kedua zat tersebut menjadi bersuhu sama. Suhu akhir dari campuran zat itulah yang merupakan hasil akhir dari pertukaran kalor. Teori pertukaran kalor ini berdasarkan pada sebuah Azas yang dikenal dengan istilah Azas Black. Azas black di kemukakan oleh seorang fisikawan bernama Yoseph Black. Yoseph Black adalah orang pertama yang menemukan suatu cara untuk mengukur kalor. Azas Black berbunyi “Kalor yang dilepas oleh suatu benda sama dengan kalor yang diterima oleh Benda lain.” Berdasarkan azas black diatas maka teori pertukaran kalor di rumuskan sebagai berikut Catatan 1. Kalor jenis suatu benda tidak tergantung dari massa benda, tetapitergantung pada sifat dan jenis benda tersebut. Jika kalor jenis suatubenda adalah kecil maka kenaikan suhu benda tersebut akan cepat biladipanaskan. 2. Pada setiap penyelesaian persoalan kalor asas Black lebih mudah jika dibuat diagram alirnya. Teori pertukaran kalor yang dirumuskan dalam azas Black oleh Yoseph Black pada prakteknya dapat dilihat pada aktivitas keseharian kita, yaitu pada saat kita akan mandi air hangat. Untuk mendapatkan air bersuhu hangat, maka kita harus mencampur air panas dengan air dingin. Dengan begitu akan didapat air hangat. 3. Kalor Jenis Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan 1 gram atau 1 kg zat sebesar 1ºC satuan kalori/ atau kkal/kg ºC. Dalam praktikum kalorimetri media cair yang digunakan adala larutan air garam dan adanya kalor menyebabkan perubahan suhu atau bentuk wujudnya. Dalam SI, satuan kalor adalah joule J. Satuan lainnya dari kalor adalah kalori kal dan kilokalori kkal. Pengertiannya 1 kalori adalah kalor yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 1 gram air sebesar kilokalori adalah kalor yang dibutuhkan untuk menaikan suhu 1 kilogram air sebesar10C Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. Kalor berbeda dengan suhu, karena suhu adalah ukuran dalam suatu derajat panas. Kalor merupakansuatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun dilepaskan suatu benda. Jumlah energi kalor yang diterima dalam suatu sistem sama dengan energi kalor yang diserap atau biasa kita sebut dengan Q lepas sama dengan Q terima. Dalam suatu zat pasti mempunyai kalor jenis yang berbeda. Kalor adalah tenaga yang mengalir dari suatu benda ke benda yang lain. Bahan yang dipindahkan dari atau ke suatu sistem dapat diukur dengan alat kalorimeter, yang terdiri dari sebuah wadah cuplikan kecil yang dibenamkan dalam sebuah bejana luar yang lebih besar. Tidak ada usaha yang dikerjakan oleh system atau lingkungan, sebagai akibatnya perubahan suhu lingkungan hanyalah karena kalor yang dipertukarkan antara air dan system. Perubahan suhu ini diukur dengan sebuah thermometer dan kalor yang diperlukan dihitung dari massa dan kalor jenis yang diketahui. Bila perpindahan energi terjadi karena suatu perbedaan temperatur maka, kita mengatakan bahwa energi termal atau energi kalor yang dipindahkan kesuatu zat melalui kerja pada zat itu seperti mengaduk suatu cairan, mengkompresikan suatu zat. Jumlah kalor yang diserap pada suabenda sama dengan jumlah kalor yang diterima. Kalor jenis suatu benda atau suatu zat didefinisikan dengan bilangan yang menunjukkan berapa kalor yang diperlukkan untuk menaikkan 1 gram zat itu dalam derajat celcius Sebagaimana yang kita ketahui jika sebuah benda panas disentuh oleh benda yang dingin maka suhu benda panas tadi aan menurun. Sedangkan, benda yang dingin suhunya akan naik. Hal ini disebabkan karena adanya sesuatu yang berpindah dari benda panas kebenda dingin dan kita menyebutnya kalor. Kalor selalu bverpindah dari temperatur tinggi menuju temperatur yang lebih rendah. Ini merupakan konsep dasar perpindahan kalor. Kalorimetri sangat berhubungan dengan ASAS BLACK,dan pengertianASAS BLACK secara geris besar jumlah dari energi awal hasilnya sama denganjumlah dari energi akhir. 4. Termometer Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu temperatur, ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasaldari bahasa Latin thermo yang berarti bahang dan meter yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam – macam yang paling umum digunakan termometer air raksa Tiap sifat termometrik dapat digunakan untuk menetapkan suatu skala temperatur dan membentuk sebuah termometer. Termometer air raksa yang biasa, yang terdiri dari bola gelas dan pipa yang berisi sejumlah air raksa tertentu. Bila air raksa dipanaskan dengan menyentuhkan termometer dengan benda yang lebih panas, air raksa lebih memuai daripada gelas, dan panjang kolom air raksa bertambah. Temperatur diukur dengan membandingkan ujung kolom air raksa dengan tanda – tanda pada pipa gelas. 4. Alat dan Bahan Kalori meterTermometerNeracaPemanas termosLogamair dan es murni 5. Metode Praktikum Tentukan massa kalori meter dengan menimbangnya di massa Logam dengan menimbangnya di Logam ke dalam cairan air panas kedalam kalorimeter kurang lebih ½ bagian dari volume kalori massa kalori meter yang telah di isi air panas dengan suhu air panas yang telah dituangkan dalam kalori Logam yang telah di celupkan ke dalam cairan es kedalam kalori meter,tunggu beberapa saat,kemudian ukurlah suhu akhir campuranya. 6. Hasil Pengematan massa Kalorimeter keadaan kosong 115,3 gram Massa air + massa kalorimeter mk + a = 251,6 gram Massa kubus logam Aluminium m1 = 21,2 gr Suhu awal logam t2 = 00C Suhu air panas t1 = 59,50C Suhu akhir campuran t3 air+logam = 56,50C 7. Analisis Data dan Pembahasan A. Analisis Data Qlepas = Qterima Cat C kapasitas kalor dianggap bermassa sama dengan massa logam aluminium Cat C kapasitas kalor dianggap bermassa sama dengan massa logam aluminium B. Pembahasan Berdasarkan hasil percobaan maka dapat ditentukan kalor jenis logam melalui perhitungan dengan menggunakan rumus ; Q Lepas = Q Terima Setelah dicari mennggunakan rumus tersebut,Kapasitas kalor disamakan dengan massa Logam.. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kalor jenis larutan adalah massa, kalor jenis zat, dan suhu. Hubungan antara kalor air dan kalor tidak sama, yang disebabkan oleh massa, suhu akhir dan suhu awal air yang tidak sama. Kalorimeter merupakan perhitungan tentang perpindahan panas dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah, yang dipengaruhi oleh massa dan suhu. Semakin besar massa suatu zat, maka semakin kecil pula nilai kalor jenisnya. Begitu pula sebaliknya, semakin kecil massa zat maka semakin besar pula nilai kalor jenisnya. 8. Kesimpulan Kalor jenis logam AluminiumKalor jenis panas jenis adalah kapasitas kalori tiap satuan jenis dapat ditentukan dengan persamaan c = Q / merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kualitas panas dan kuantitas yang menyangkut berbagai proses reaksi kimia perubahan sifat dan pembentukan larutan atau menentukan kapasitas panas di suatu substansi
17 Panas sebesar 12 kj diberikan pada pada sepotong logam bermassa 2500 gram yang memiliki suhu 30 °C. Jika kalor jenis logam adalah 0,2 kalori/gr °C, tentukan suhu akhir logam! Pembahasan : Di ket. Q = 12 kilojoule = 12000 joule. m = 2500 gram = 2,5 kg. T1 = 30 °C. c = 0,2 kal/gr °C = 0,2 x 4200 joule/kg °C = 840 joule/kg °C. Fisik dan Analisis Kelas 11 SMATermokimiaKalorimetri dan Perubahan Entalpi ReaksiDalam kalorimeter direaksikan suatu zat dan ternyata gram air yang mengelilingi terjadi kenaik-kan suhu dari 25 C menjadi 29 C. Bila kalor jenis air = joule/kg C, maka besarnya kalor yang dibebaskan sebesar ....Kalorimetri dan Perubahan Entalpi ReaksiTermokimiaKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0159Jika sebanyak 10 g NH4NO3 dilarutkan dalam 50 g air dalam...0239Diketahui persamaan termokimia berikut. H2 g + 1/2 O2...0228Jika diketahui N2g+3H2g->2NH3g delta H=-92 kJ Peru...0154Dari diagram tingkat energi di atas, pada penguapan 2 mo...Teks videokonflik yang terjadi di sini ada soal tentang kalor larutan yang ditanya adalah besar kalor yang dibebaskan pada soal Oke jadi untuk rumus kalor larutan disini adalah Q = minus m dikali 3 dikali Delta t dengan keterangannya di sini Ki adalah kalor dengan satuan Joule m adalah massa larutan dengan satuan kg c adalah kalor jenis larutan dan Delta t adalah perubahan suhu di sini Q = minus 6 dikali 3 dikali Delta t pada soal massa nya adalah 2500 gram Nah karena 1000 gram itu adalah sama dengan 1 kg maka disini akan kita ubah jadi kg itu menjadi 2,5 kg c-nya adalah 4180 delta p nya adalah perubahan suhu yaitu suhu akhir dikurang suhu awal yaitu 29 dikurang 25 maka di sini dulu hp-nya adalah 4 derajat Celcius maka di sininya kita peroleh sebesar minus 41800 Joule yang mana 1000 joule itu sama De1 kilo joule apa di sini kalor yang dibebaskan adalah sebesar 41 koma 8 kilo joule tanda minus ini artinya kalornya dibebaskan sehingga disini jawabannya adalah yang B Oke sampai jumpa di kelas selanjutnya kau prenSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul 1 Tentukan molaritas, normalitas, molalitas dan mol fraksi larutan yang terbuat 10 gram NaOH murni dicampur dengan 900 ml air murni jika volume larutan yang terbentuk 905 ml. 2. 2. Larutan H2SO4 dengan M mempunyai massa jenis ρ gram/ml. Jika kadar larutan tersebut adalah p % tentukan kadar larutan dalam terminologi yang lain. Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur perubahan kalor atau panas dalam suatu sistem atau reaksi kimia. Alat ini dapat digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat, yaitu jumlah kalor yang diperlukan untuk meningkatkan suhu satu kilogram zat satu derajat Celsius. Dalam artikel ini, akan dijelaskan lebih lanjut mengenai cara menggunakan kalorimeter dalam menentukan kalor jenis suatu zat. Pengukuran Kalor Jenis Kalor jenis adalah sifat fisika suatu zat yang menunjukkan jumlah kalor yang diperlukan untuk meningkatkan suhu satu kilogram zat satu derajat Celsius. Pengukuran kalor jenis dapat dilakukan dengan menggunakan kalorimeter. Ada beberapa persamaan yang digunakan dalam pengukuran kalor jenis, seperti persamaan q = di mana q adalah kalor yang ditransfer, m adalah massa zat, c adalah kalor jenis zat, dan ΔT adalah perubahan suhu. Satuan pengukuran kalor jenis adalah Joule per kilogram per derajat Celsius J/kg•°C atau kalori per gram per derajat Celsius cal/g•°C. Pengukuran kalor jenis suatu zat berguna untuk menentukan kemampuan zat tersebut dalam menyimpan dan melepas kalor. Jenis-jenis Kalorimeter Ada beberapa jenis kalorimeter yang biasa digunakan dalam pengukuran kalor jenis, antara lain Kalorimeter bom Bom adalah jenis kalorimeter yang paling akurat dan sering digunakan dalam penelitian termokimia. Alat ini bekerja dengan memasukkan sampel zat ke dalam ruang reaksi berisi oksigen murni dan membakarnya. Perubahan suhu dalam kalorimeter diukur untuk menentukan kalor jenis zat. Kalorimeter adiabatik Adiabatik adalah jenis kalorimeter yang digunakan untuk mengukur perubahan suhu dalam reaksi kimia tanpa adanya transfer panas dengan lingkungan. Alat ini memiliki dinding yang sangat tebal sehingga panas dari reaksi tidak dapat melarut keluar. Kalorimeter kop Kop adalah jenis kalorimeter sederhana yang terdiri dari dua kotak, satu kotak berisi air dan kotak lainnya berisi sampel zat. Alat ini bekerja dengan menempatkan sampel zat di dalam kotak kedua, kemudian mengukur perubahan suhu dalam kotak berisi air. Cara Menggunakan Kalorimeter dalam Menentukan Kalor Jenis Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat diikuti untuk menggunakan kalorimeter dalam menentukan kalor jenis suatu zat Persiapan sampel zat yang akan diukur kalor jenisnya Pastikan sampel zat yang akan digunakan dalam keadaan murni dan kering. Timbang massa sampel zat Persiapan kalorimeter Isi kalorimeter dengan air yang sudah diketahui massa dan suhu awalnya. Catat suhu air dalam kalorimeter. Penentuan kalor jenis sampel zat Letakkan sampel zat dalam kalorimeter yang sudah diisi air tadi. Catat suhu campuran zat dalam kalorimeter. Amati perubahan suhu dalam kalorimeter selama beberapa waktu hingga stabil. Catat suhu stabil dalam kalorimeter. Perhitungan kalor jenis sampel zat Hitung jumlah kalor yang ditransfer dengan menggunakan persamaan q = di mana q adalah kalor yang ditransfer, m adalah massa sampel zat, c adalah kalor jenis sampel zat, dan ΔT adalah perubahan suhu dalam kalorimeter. Hitung kalor jenis sampel zat dengan menggunakan persamaan c = q / Dalam mengukur kalor jenis suatu zat, penting untuk memperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran, seperti keakuratan pengukuran suhu dan massa zat, serta isolasi kalorimeter dari lingkungan luar yang dapat mempengaruhi perubahan suhu dalam kalorimeter. Kesimpulan Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur perubahan kalor atau panas dalam suatu sistem atau reaksi kimia. Alat ini dapat digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat, yaitu jumlah kalor yang diperlukan untuk meningkatkan suhu satu kilogram zat satu derajat Celsius. Terdapat beberapa jenis kalorimeter yang biasa digunakan dalam pengukuran kalor jenis, antara lain kalorimeter bom, kalorimeter adiabatik, dan kalorimeter kop. Sekian penjelasan kali ini, mengenal kalorimeter dan cara menggunakannya untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.
ViewPanas dan SCIENCE GENERAL at Safford High School. Abstrak Dalam laboratorium pertukaran kalor dalam proses fisika dan kimia diukur dengan suatu alat yang disebut Study Resources
Ketika kita ingin mandi dengan air hangat, maka untuk keperluan ini kita ambil 2 liter air yang bersuhu 70oC, lalu kita campurkan dengan 4 liter air yang bersuhu 30oC. Bagaimana suhu air 70oC setelah dicampur dan bagaimana pula suhu air 30oC? Ternyata air hangat itu bersuhu kurang lebih 40oC. Mengapa hal itu dapat terjadi? Untuk bisa menjawab hal tersebut, kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai konsep asas Black tentang kalor dan pengukuran kalor secara kuantitatif memerlukan suatu alat yang disebut kalorimeter. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang azas Black dan Kalorimeter. 1. Asas Black Menurut hukum kekekalan energi, bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, yang terjadi hanyalah perubahan bentuk energi yang satu ke bentuk energi yang lain. Kita ambil contoh, sebuah benda A massa m1, suhu T1 dan kalor jenisnya c1. Kemudian kita masukkan ke dalam air B yang massanya m2, suhu T2, dan kalor jenis c2. Setelah terjadi kesetimbangan, dianggap tidak ada kalor yang diserap oleh tempat, suhu air menjadi T. Perhatikan gambar berikut ini. Dalam hal ini benda A suhunya turun dari T1 ke T. Maka kalor yang dilepas benda A adalah Q1 = m1c1T1 – T. Sedangkan air B, suhunya naik dari T2 ke T. Maka kalor yang diserap air B adalah Q2 = m2c2T – T2. Berdasarkan hukum kekekalan energi untuk kalor, jumlah kalor yang dilepas benda A sama dengan jumlah kalor yang diserap oleh air B. hal ini dikenal dengan nama Asas Black. Secara matematis, asas Black dirumuskan sebagai berikut. Kalor yang dilepas = kalor yang diterima Q1 = Q2 m1c1T1 = m2c2T2 m1c1T1 – T = m2c2T – T2 Persamaan tersebut berlaku pada pertukaran kalor, yang selanjutnya disebut Asas Black. Hal ini sebagai penghargaan bagi seorang ilmuwan dari Inggris bernama Joseph Black 1728 - 1799. Info Fisika Joseph Black mengira bahwa kapasitas panas merupakan jumlah panas yang dapat ditampung oleh suatu benda. Hal ini sebenarnya merupakan ukuran tentang jumlah tenaga yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu benda dalam jumlah tertentu. 2. Kalorimeter Kalorimeter adalah alat untuk mengukur kalor jenis suatu zat atau bahan, seperti yang diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Salah satu bentuk kalorimeter yaitu kalorimeter campuran. Kalorimeter ini terdiri dari sebuah bejana logam yang kalor jenisnya diketahui. Bejana ini biasanya ditempatkan di dalam bejana lain yang agak lebih besar. kedua bejana dipisahkan oleh bahan penyekat, misalnya gabus atau wol. Kegunaan bejana luar adalah sebagai isolator agar pertukaran kalor dengan sekitar kalorimeter dapat dikurangi. Kalorimeter juga dilengkapi dengan batang pengaduk. Pada waktu zat dicampurkan di dalam kalorimeter, air di dalam kalorimeter perlu diaduk agar diperoleh suhu merata sebagai akibat percampuran dua zat yang suhunya berbeda. Asas penggunaan kalorimeter adalah Asas Black. Zat yang ditentukan kalor jenisnya dipanaskan sampai suhu tertentu. Dengan cepat zat itu dimasukkan ke dalam kalorimeter yang berisi air dengan suhu dan massanya sudah diketahui. Kalorimeter diaduk sampai suhunya tidak berubah lagi. Dengan menggunakan hukum kekekalan energi, kalor jenis zat yang dimasukkan dihitung. Poin Fisika Pertukaran energi kalor merupakan dasar teknik yang dikenal dengan nama kalorimetri, yang merupakan pengukuran kuantitatif dari pertukaran kalor. Untuk melakukan pengukuran kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu zat digunakan kalorimeter. Salah satu kegunaan yang penting dari kalorimeter adalah dalam penentuan kalor jenis suatu zat. Pada teknik yang dikenal sebagai “metode campuran”, satu sampel zat dipanaskan sampai temperatur tinggi yang diukur dengan akurat, dan dengan cepat ditempatkan pada air dingin kalorimeter. Kalor yang hilang pada sampel tersebut akan diterima oleh air dan kalorimeter. Dengan mengukur suhu akhir campuran tersebut, maka dapat dihitung kalor jenis zat tersebut. Contoh Soal dan Pembahasan Sebuah kalorimeter yang kapasitas kalornya 40 kal/oC berisi 200 gram air suhunya 20oC akan dipakai untuk menentukan kalor jenis kuningan. Ke dalam kalorimeter dimasukkan 100 gram kuningan yang bersuhu 80oC. Jika suhu akhir air 22oC dan kalor jenis air 1 kal/goC, berapakah kalor jenis kuningan? Penyelesaian Diketahui Ckal = 40 kal/oC ma = 200 gram Ta = 20oC mk = 100 gram Tk = 80oC Takhir = 22oC ca = 1 kal/goC Ta = Takhir − Ta = 22 – 20 = 2oC Tk = Tk− Takhir = 80 – 22 = 58oC Tka = Ta = 2oC Ditanyakan kalor jenis kuningan ck = …? Jawab Kalor yang dilepas oleh kuningan = kalor yang diterima oleh kalorimeter dan air. Q1 = Q2 ≫ mk × ck × Tk = ma × ca × Ta + Ckal × Tka ≫ 100 × ck × 58 = 200 × 1 × 2 + 40 × 2 ≫ = 400 + 40 ≫ = 440 ≫ 580ck = 44 ≫ ck = 44/580 ≫ ck = 0,076 Jadi, kalor jenis kuningan tersebut adalah 0,076 kal/goC. Latihan Soal 1. Sebutkan dengan jelas Asas Black! 2. Kalor jenis aluminium aluminium lebih besar dari kalor jenis kuningan. Apa akibatnya apabila pada jumlah massa yang sama kedua benda diberi kalor yang sama? 3. Ke dalam panci aluminium yang massanya 0,5 kg, suhu 80oC. Hitunglah suhu air di dalam panci aluminium. kalor jenis aluminium adalah 900 J/kgK. 4. Untuk menentukan kalor jenis suatu zat, ke dalam kalorimeter yang mempunyai kapasitas kalor 168 J/K, berisi 400 gram air yang bersuhu 20oC. Dimasukkan sebuah benda bermassa 200 gram ke dalam kalorimeter. Jika suhu benda 80oC, hitung kalor jenis benda dalam SI! 5. Sebuah peluru yang massanya 2,0 gram bergerak dengan laju sebesar 200 m/s tertanam di dalam sebuah balok kayu yang massanya 2,0 kg yang digantungkan seperti bandul. Hitunglah kenaikan temperatur dari peluru tersebut dengan mengganggap bahwa semua tenaga yang diserap digunakan untuk menaikkan temperatur! Suatuzat memiliki suhu sebesar 433 K. Jika diukur dengan menggunakan termometer Fahrenheit, suhu zat tersebut sebesar.. oF * A. 230 B. 260 C. 320 D. Register Now Username *

Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Kalorimeter? Mungkin anda pernah mendengar kata Kalorimeter? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, prinsip, jenis, fungsi dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Kalorimeter merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia. Adapun kalor merupakan energi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu. Hukum pertama termodinamika menghubungkan perubahan energi dalam suatu proses termodinamika dengan jumlah kerja yang dilakukan pada sistem dan jumlah kalor yang dipindahkan kesistem. Pada kalorimeter terjadi perubahan energi dari energi listrik menjadi energi kalor sesuai dengan hukum kekekalan energi yang menyatakan energi tidak dapat diciptakan dan energi tidak dapat dimusnahkan. Prinsip Kerja Prinsip kerja dari kalorimeter adalah mengalirkan arus listrik pada kumparan kawat penghantar yang dimasukan ke dalam air suling. Pada waktu bergerak dalam kawat penghantar akibat perbedaan potenial pembawa muatan bertumbukan dengan atom logam dan kehilangan energi. Akibatnya pembawa muatan bertumbukan dengan kecepatan konstan yang sebanding dengan kuat medan listriknya. Tumbukan oleh pembawa muatan akan menyebabkan logam yang dialiri arus listrik memperoleh energi yaitu energi kalor/panas. Diketahui bahwa semakin besar nilai tegangan listrik dan arus listrik pada suatu bahan maka tara panas listrik yang dimiliki oleh bahan itu semakin kecil. Kita dapat melihat seolah pengukuran dengan menggunakan arus kecil menghasilkan nilai yang kecil. Hal ini merupakan suatu anggapan yang salah karena dalam pengukuran pertama perubahan suhu yang digunakan sangatlah kecil berbeda dengan data yang menggunakan arus besar. Tapi jika perubahan suhu itu sama besarnya maka yang berarus kecil yang mempunyai tara panas listrik yang besar. Jenis-jenis Kalorimeter Beberapa jenis kalorimeter yang sering dipakai antara lain kalorimeter alumunium, elektrik, gas dan kalorimeter bom. Berikut ini akan di bahas mengenai kalorimeter bom dan kalorimeter sederhana. Kalorimeter Bom Kalorimeter bom merupakan kalorimeter yang khusus digunakan untuk menentukan kalor dari reaksi-reaksi pembakaran. Kalorimeter ini terdiri dari sebuah bom tempat berlangsungnya reaksi pembakaran, terbuat dari bahan stainless steel dan diisi dengan gas oksigen pada tekanan tinggi dan sejumlah air yang dibatasi dengan wadah yang kedap panas. Reaksi pembakaran yang terjadi di dalam bom, akan menghasilkan kalor dan diserap oleh air dan bom. Oleh karena tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan, maka qreaksi = –qair + qbom Jumlah kalor yang diserap oleh air dapat dihitung dengan rumus qair = m x c x DT dengan m = massa air dalam kalorimeter g c = kalor jenis air dalam kalorimeter J / atau J / g. K DT = perubahan suhu oC atau K Jumlah kalor yang diserap oleh bom dapat dihitung dengan rumus qbom = Cbom x DT dengan Cbom = kapasitas kalor bom J / oC atau J / K DT = perubahan suhu oC atau K Reaksi yang berlangsung pada kalorimeter bom berlangsung pada volume tetap DV = nol . Oleh karena itu, perubahan kalor yang terjadi di dalam sistem = perubahan energi dalamnya. DE = q + w Dimana w = – jika DV=nol maka w=nol Maka DE = qv Kalorimeter Sederhana Pengukuran kalor reaksi selain kalor reaksi pembakaran dapat dilakukan dengan menggunakan kalorimeter pada tekanan tetap yaitu dengan kalorimeter sederhana yang dibuat dari gelas stirofoam. Kalorimeter ini biasanya dipakai untuk mengukur kalor reaksi yang reaksinya berlangsung dalam fase larutan misalnya reaksi netralisasi asam – basa/netralisasi, pelarutan dan pengendapan. Pada kalorimeter ini, kalor reaksi = jumlah kalor yang diserap/dilepaskan larutan sedangkan kalor yang diserap oleh gelas dan lingkungan diabaikan. qreaksi = – qlarutan+ qkalorimeter qkalorimeter = Ckalorimeter x DT Dengan Ckalorimeter = kapasitas kalor kalorimeter J/oC atau J/K DT = perubahan suhu oC atau K Jika harga kapasitas kalor kalorimeter sangat kecil maka dapat diabaikan sehingga perubahan kalor dapat dianggap hanya berakibat pada kenaikan suhu larutan dalam kalorimeter. qreaksi = –qlarutan qlarutan = m x c x DT Dengan m = massa larutan dalam kalorimeter g c = kalor jenis larutan dalam kalorimeter J / atau J / g. K DT = perubahan suhu oC atau K Pada kalorimeter ini, reaksi berlangsung pada tekanan tetap DP = nol sehingga perubahan kalor yang terjadi dalam sistem = perubahan entalpinya. DH = qp Suatu benda yang mempunyai suhu lebih tinggi dari fluida bila dicelupkan kedalam fluida, maka benda tersebut akan melepaskan kalor yang akan diserap oleh fluida hingga tercapai keadaan seimbang suhu benda = suhu fluida. Fenomena diatas sesuai dengan azas black yang menyatakan bahwa jumlah kalor yang dilepaskan oleh benda sama dengan jumlah kalor yang diserap fluida. Jika diukur panas jenis benda padat berupa logam dengan menggunakan kalorimeter. mula-mula benda dapat dipanaskan dalam gelas kimia sehingga diasumsikan bahwa tempratur benda sama dengan tempratur uap . Titik didih air tergantung pada tekanan udara dan kemudian menentukan titik didih air berdasarkan tabel yang ada. massa jenis benda padat dapat dihitung menggunakan persamaan = t2 – t1 Dimana mb = massa benda Cb = panas jenis benda tb = temperatur benda mula-mula setelah dipanaskan t1 = temperatur air mula-mula t2 = temperatur kalorimeter saat keadaan seimbang ma = massa air H = harga air kalorimeter Adapun untuk menentukan massa air mula-mula Mam dan massa air setelah dipanaskan Map adalah sebagai berikut Mam Massa kalorimeter + pengaduk + air – massa kalorimeter + pengaduk Map Massa gelas beker + air – massa gelas beaker Untuk menentukan harga air kalorimeter H dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut H = = t2 – t1 Keterangan mb = massa benda kg Cb = panas jenis benda J/kg.°K tb = suhu setelah dipanaskan °K t2 = suhu saat setimbang °K ma = masa benda mula-mula kg t1 = suhu mula-mula °K H = Harga air kalorimeter c = 4200 J/ Didapatkan bahwa kalor merupakan bentuk energi yaitu energi panas. Oleh karena itu pada kalor berlaku hukum setelah energi jika dua buah benda yang suhunya barlainan hukum kekelan energi jika dua buah benda yang suhunya berlainan disentukan atau dicampur, benda yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor dan benda yang bersuhu rendah akan menyerap kalor. Banyaknya kalor yang dilepas sama dengan banyaknya kalor yang diserap. pernyataan ini sesuai dengan pernyataan/azas blask yang menyatakan Q lepas = Q terima Dimana kalor jenis merupakan perbandingan diantara kapasitas panas dengan massa benda c = Q/M . t Dimana c = kalor jenis Q = jumlah kalor M =massa benda t = perubahan suhu, perubahan suhu ini dapat dicari dengan t2 – t1 Semakin tinggi suatu benda maka semakin rendah massa benda. kapasitas kalor juga disebut harga air H atau di sebut juga harga air kalorimeter. harga air kalorimeter dapat ditentukan dengan persamaan rumus yang di dapat melalui persamaan azas black yaitu Q lepas = Q terima = t2–t1 + H = mb . Cb tb–t2 t2–t1 H = – H = – t2–t1 Fungsi Kalorimeter Kalorimeter digunakan untuk menentukan kalori energi makanan dalam makanan. Fungsi kalorimeter tergantung pada kekekalan energi dalam sebuah sistem terisolasi tertutup. Dan untuk mengetahui besar energi yang dibebaskan pada suatu sistem menentukan perubahan kalor. Kalorimeter tidak hanya digunakan untuk mengukur kalor jenis bahan logam, melainkan dapat juga digunakan untuk keperluan lain yang berkaitan dengan kalor jumlah kalor. Beberapa kegunaan kalorimeter yang lain adalah untuk menunjukkan asas Black, mengukur kesetaraan kalor listrik, mengukur kalor lebur es, mengukur kalor uap, dan mengukur kalor jenis cairan. Contoh Soal dan Pembahasan Berikut ini adalah beberapa contoh soal kalorimeter beserta pembahasannya yakni sebagai berikut 1. Didalam suatu kalorimeter bom direaksikan 0,16 gram gas metana CH4 dengan oksigen berlebihan , sehingga terjadi reaksi, CH4g + 2 O2g — CO2g + 2H2O g Ternyata terjadi kenaikan suhu 1,56oC . Jika diketahui kapasitas kalor kalorimeter adalah 958 J/oC , massa air didalam kalorimeter adalah 1000 gram dan kalor jenis air 4,18 J/g oC. Tentukanlah kalor pembakaran gas metana dalam kJ/mol. Ar C = 16, H = 1 Penyelesaian Kalor yang dilepas sistem sama dengan kalor yang diserap oleh air dalam kalorimeter dan oleh klorimeternya, maka qsistem = qair + q kalorimeter qair = mair x cair x t = 1000 g x 4,18 J/g oC x 1,56 oC = 6520 J qkal = Ckalorimeter x t = 958 J/oC x 1,56oC = 1494 J maka, qsistem = 6520 + 1494 J = 8014 J = 8,014 kJ Jumlah metana yang dibakar adalah 0,16 gram CH4 = 0,16/16 mol = 0,01 mol maka untuk setiap mol CH4 akan dilepas kalor sebanyak = 801,4 kJ/mol Karena sistem melepas kalor maka perubahan entalpinya berharga negatif sehingga, Hc CH4 = – 801, 4 kJ/ mol 2. Dalam suatu kalorimeter direaksikan 100 cm3 larutan NaOH 1 M dengan 100 cm3 larutan HCl 1 M, ternyata suhunya naik dari 250C menjadi 310C. kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air yaitu 4,18 Jg-1K-1 dan massa jenis larutan dianggap 1 g/cm3. Jika dianggap bahwa kalorimeter tidak menyerap kalor , tentukanlah perubahan entalpi dari reaksi NaOH aq + HClaq NaCl aq + H2O l Penyelesaian qsistem = qlarutan + qkalorimeter karena q kalorimeter diabaikan maka qsistem = qlarutan massa larutan = m NaOH + m HCl = 100 + 100 = 200 gram t = 31 – 25 = 60C = 6 K qlarutan = mlarutan x c larutan x t = 200 gram x 4,18 J gram-1K-1x 6 K = 5016 Joule = 5,016 kJ NaOH = HCl = 0,1 L x 1 mol/L = 0,1 mol Jadi pada reaksi antara 0,1 mol NaOH dengan 0,1 mol HCl terjadi perubahan kalor = 5,016 kJ maka untuk setiap 1 mol NaOH bereaksi dengan 1 mol HCl akan terjadi perubahan kalor = 5,016 kJ/0,1 mol = 50,16 kJ/mol Karena pada saat reaksi suhu sistem naik maka berarti reaksinya eksoterm, dan perubahan entalpinya berharga negatif . Persamaan termokimianya NaOHaq + HCl aq NaClaq + H2O l H = – 50,16 kJ Demikian Penjelasan Materi Tentang Kalorimeter Adalah Pengertian, Prinsip, Jenis, Fungsi dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi.

Suhusuatu zat bila diukur dengan termometer Fahrenheit menunjukkan angka 62° F. Bila suhu benda tersebut diukur dengan termometer Celsius menunjukkan angka?. Fisika jenjang Sekolah Menengah Atas. Jawaban: T°F = 143,6. Penjelasan: Fahrenheit ke Celcius. T°F = (9/5 × °C) + 32. T°F = (9/5 × 62°) + 32. T°F = 111,6 + 32. T°F = 143,6
Pengenalan Suatu zat yang diukur dengan kalorimeter menunjukkan 500 gram air. Apa artinya hal ini dan apa yang bisa kita pelajari dari pernyataan tersebut? Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu kalorimeter, bagaimana cara kerjanya, dan apa yang bisa kita pelajari dari hasil pengukuran dengan alat ini. Apa itu Kalorimeter? Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah panas yang terlibat dalam suatu reaksi kimia atau perubahan fisik. Alat ini bekerja dengan cara mengisolasi reaksi atau perubahan tersebut di dalam ruang tertutup dan mengukur perubahan suhu di dalamnya. Dengan menghitung perbedaan suhu sebelum dan sesudah reaksi atau perubahan, kalorimeter dapat menghitung jumlah panas yang terlibat. Cara Kerja Kalorimeter Ada beberapa jenis kalorimeter yang digunakan dalam berbagai aplikasi, tetapi prinsip kerjanya umumnya sama. Kalorimeter terdiri dari ruang tertutup di dalamnya terdapat zat atau benda yang akan mengalami reaksi atau perubahan. Ruang ini dikelilingi oleh cairan pendingin, seperti air, dan terhubung dengan termometer yang digunakan untuk mengukur suhu cairan pendingin. Pada awalnya, suhu zat atau benda di dalam kalorimeter sama dengan suhu cairan pendingin. Ketika reaksi atau perubahan terjadi, energi panas dilepaskan atau diserap. Ini menyebabkan suhu di dalam kalorimeter meningkat atau menurun. Dengan mengukur perbedaan suhu di dalam kalorimeter sebelum dan sesudah reaksi atau perubahan, kalorimeter dapat menghitung jumlah panas yang terlibat. 500 Gram Air Sekarang kita kembali ke pernyataan awal, yaitu “suatu zat yang diukur dengan kalorimeter menunjukkan 500 gram air”. Apa artinya hal ini? Ini berarti bahwa suatu zat yang diuji dengan kalorimeter melepaskan atau menyerap jumlah panas yang sama dengan jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 500 gram air sebesar satu derajat Celsius. Ini adalah ukuran kuantitatif dari jumlah panas yang terlibat dalam reaksi atau perubahan yang diuji. Dalam ilmu kimia, satuan ini disebut kalori. Jumlah kalori yang terlibat dalam suatu reaksi atau perubahan dapat memberikan informasi tentang sifat dan karakteristik zat yang diuji. Contoh Penggunaan Kalorimeter Satu contoh penggunaan kalorimeter adalah dalam pengujian energi makanan. Dalam pengujian ini, makanan yang diuji dibakar di dalam kalorimeter dan jumlah panas yang dilepaskan diukur. Dengan menggunakan konversi kalori ke kilojoule, jumlah energi yang terkandung dalam makanan dapat dihitung. Ini adalah salah satu cara untuk mengetahui nilai gizi dari makanan dan dapat membantu dalam perencanaan diet dan nutrisi. Selain itu, kalorimeter juga digunakan dalam pengujian bahan bakar dan bahan kimia lainnya untuk menentukan nilai kalorinya. Kesimpulan Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang kalorimeter, alat yang digunakan untuk mengukur jumlah panas yang terlibat dalam suatu reaksi atau perubahan fisik. Dengan mengukur perbedaan suhu sebelum dan sesudah reaksi atau perubahan, kalorimeter dapat menghitung jumlah panas yang terlibat. 500 gram air adalah ukuran kuantitatif dari jumlah panas yang terlibat dalam suatu reaksi atau perubahan. Dalam ilmu kimia, satuan ini disebut kalori. Contoh penggunaan kalorimeter meliputi pengujian energi makanan, pengujian bahan bakar, dan bahan kimia lainnya untuk menentukan nilai kalorinya.
Cotoh 1 kg/m³ = .. gr/cm³ 1 kg/m³ = 1.000 gr/1.000.000 cm³ = 0,001 gr/cm³ = 10 -3 gr/cm³ Latihan! Dengan cara yang sama ubahlah satuan besaran turunan berikut ini dari satuan MKS menjadi satuan CGS 1 . Suhu zat cair ditunjukkan oleh permukaan air raksa pada termometer Zat cair yang diukur suhunya Tandon air raksa pada termometer
Kalorimeter – Pengertian, Prinsip Kerja, Rumus, Jenis & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Kalorimeter yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, prinsip kerja, rumus, jenis dan contoh, nah agar dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini. Pengertian Kalorimeter Kalorimeter adalah alat untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada suatu perubahan atau reaksi kimia. Proses dalam kalorimeter berlangsung secara adiabatik, yaitu tidak ada kalor yang keluar atau masuk dari kalorimeter. Kalorimetri adalah proses pengukuran jumlah kalor reaksi yang diserap atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia dalam suatu eksperimen. Data-data perubahan entalpi reaksi yang terdapat pada tabel merupakan hasil perhitungan kalorimetri. Dengan menggunakan kalorimetri kita dapat menentukan apa jenis reaksi yang terjadi, apakah reaksi tersebut endoterm ataupun eksoterm. Kalorimetri yang sederhana ialah proses mengukur perubahan suhu air atau larutan sebagai akibat dari suatu reaksi kimia dalam suatu wadah terisolasi. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan Perpindahan Kalor Prinsip Kerja Kalorimeter Prinsip kerja kalorimeter berdasarkan azas black yang berbunyi “kalor yang dilepas oleh benda panas sama dengan kalor yang diterima oleh benda dingin”. Jadi ketika dua buah benda didekatkan satu sama lainnya maka akan terjadi perpindahan kalor dari benda panas ke benda dingin hingga mencapai suatu kesetimbangan termal atau mencapai suhu setimbang. Dalam kasus kalorimeter, bagian benda yang panas adalah wadah penampung sampel yang akan memberikan panas, sedangkan bagian benda dingin adalah benda yang akan menerima panas tersebut, biasanya berupa air. Pada sistem tertutup kekekalan energi panas dapat dituliskan sebagai berikut Besaran-besaran yang biasanya digunakan pada persamaan atas adalah Q = banyaknya kalor J m = massa zat kg c = kalor jenis zat J/kgoC T = perubahan suhu oC C = kapasitas kalor suatu zat J/oC Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan Hukum Hess adalah Jenis-Jenis Kalorimeter Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis kalorimeter, terdiri atas 1. Kalorimeter Larutan Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan. Pada dasarnya, kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. Berdasarkan perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan tersebut. Kini kalorimeter larutan dengan ketelitian cukup tinggi dapat diperoleh di pasaran. Kalor yang timbul pada reaksi akan diterima ataupun diserap oleh sekeliling lingkungan. Jadi terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya. Apabila kita memandang larutan yang diuji sebagai sistem maka seluruh aspek diluar sistem disebut lingkungan termasuk juga dewar pada gambar di atas. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan Reaksi Eksoterm adalah Jadi tidak seluruhnya kalor yang terlibat dipindahkan dari larutan ke air atau penerima panas, akan tetapi juga akan dipindahkan ke tempat kalorimeter tersebut. Sehingga perhitungannya menjadi Keterangan m= massa zat c = kalor jenis zat penerima panas C = kapasitas kalor kalorimeter ΔT = Perubahan suhu 2. Kalorimeter Bom Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor nilai kalori yang dibebaskan pada pembakaran sempurna dalam O2 berlebih suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam kalorimeter bom adalah kalorimeter bom adalah jenis kalorimeter volume tetap. Sehingga dalam perhitungan tidak ada perubahan volume usaha termodinamika = 0. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan Perubahan Fisika adalah Sejumlah sampel ditempatkan sebuah tabung di dalam kalorimeter, lalu pada tabung tersebut dialirkan oksigen dengan tekanan tinggi 25 atm. Untuk melakukan pembakaran ignition, digunakan aliran listrik. Aliran listrik akan membakar sampel dengan oksigen berlebih. Kalor yang dilepas akan diserap oleh air sekitar sekaligus dengan wadahnya. Tentu saja dalam perhitungan akan dilakukan koreksi, sehingga dilakukan kalibrasi kalorimeter. Koreksi tersebut meliputi input energi listrik, penyusutan kawat, pembentukan asam akibat oksidasi. Jadi pembakaran sempurna untuk senyawa yang mengandung S dan N biasanya akan terjadi perubahan pH. Perhitungan pada kalorimeter bom hampir mirip dengan kalorimeter larutan yaitu Namun, apabila dikaitkan dengan hukum-hukum termodinamika, maka perhitungannya Kalorimeter bersifat adiabatis, kalor tidak ada yang keluar masuk dari kalorimeter. Q = 0 Tidak ada usaha karena volume konstan W=0 Larutan dipandang sebagai sistem. Sebelum dilakukan pengukuran, biasanya kalorimeter bom dikalibrasi terlebih dahulu dengan menggunakan asam benzoat. Kawat yang mengalirkan arus listrik biasanya mengalami penyusutan. Maka perhitungannya Setelah Cv kalorimeter telah diketahui maka dapat dilakukan pengukuran entalpi pembakaran dari sampel. Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan Amonia – Pengertian, Rumus, Proses, Sifat, Dampak dan Cara Contoh Kalorimeter Bom Kalorimeter 1271 menawarkan tingkat yang tiada bandingnya otomatisasi dengan dua kemampuan unik FULL AUTOMATIC Bom Penanganan Bom dibuka dan ditutup secara otomatis oleh pneumatik drive di bawah mikroprosesor kontrol. Operator hanya mamasukan sampel ke kepala bom, menempel sebuah kapas bantu rangkaian sekering dan menutup penjaga keamanan. Semua operasi kemudian dilanjutkan secara otomatis sampai akhir tes,ketika kalorimeter bom membuka dan melepaskan keselamatan penjaga bagi operator untuk menyisipkan sampel berikutnya. Diperluas Untuk A Dual Sistem Melayani laboratorium dengan volume suara tinggi pengujian beban, Kalorimeter 1271 dirancang sedemikian rupa sehingga dapat diperluas untuk mencakup dua kalorimeter terpisah,mekanisme beroperasi dengan satu control, sehingga memberikan redundansi serta tambahan kapasitas. Dual operasi dicapai dengan menambahkan Kalorimeter 1272 Ekspansi, Modul dasar 1271 Sistem. Contoh Perhitungan Kalorimeter Terdiri atas 1. Suatu kalorimeter bom berisi 250 ml air yang suhunya 25oC, kemudian dibakar 200mg gas metana. Suhu tertinggi yang dicapai air dalam kalorimeter = 35o Jika kapasitas kalor kalorimeter = 75 J/oC dan kalor jenis air = 4,2 J/goC. Berapakah entalpi pembakaran ΔHc dari gas metana? ΔHc = -11250 J tanda minus menandakan kalor keluar dari sistem ke lingkungan untuk 200 mg gas metana. BM CH4 = 16 Maka, mol metana = 0,2/16 = 0,0125 mol. ΔHc untuk satu mol adalah = -11250 J/ 0,0125 = -900 kJ Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan Etanol – Pengertian, Msds, Rumus, Struktur, Bahaya, pH & Pembuatannya 2. Sebanyak 50 mL = 50 gram larutan HCl 1 M bersuhu 27 oC dicampur dengan 50 mL = 50 gram larutan NaOH 1 M bersuhu 27 oC dalam suatu kalorimeter gelas stirofoam. Suhu campuran naik sampai 33,5 o Jika kalor jenis larutan = kalor jenis air = 4,18 J / Tentukan perubahan entalpinya! Kapasitas kalor kalorimeter dapat diabaikan. Jumlah mol n HCl = 0,05 L x 1 mol / L = 0,05 mol Jumlah mol n NaOH = 0,05 L x 1 mol / L = 0,05 mol Oleh karena perbandingan jumlah mol pereaksi = perbandingan koefisien reaksinya maka campuran tersebut adalah ekivalen. ΔH = J/ 0,05 mol = -54,34 kJ. Demikianlah pembahasan mengenai Kalorimeter – Pengertian, Prinsip Kerja, Rumus, Jenis & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
I7bPp.
  • 2ohqzh9tcn.pages.dev/322
  • 2ohqzh9tcn.pages.dev/53
  • 2ohqzh9tcn.pages.dev/86
  • 2ohqzh9tcn.pages.dev/300
  • 2ohqzh9tcn.pages.dev/166
  • 2ohqzh9tcn.pages.dev/370
  • 2ohqzh9tcn.pages.dev/221
  • 2ohqzh9tcn.pages.dev/353
  • 2ohqzh9tcn.pages.dev/43
  • suatu zat yang diukur dengan kalorimeter menunjukkan 500 gram air